Sunday, November 8, 2009

Masa Itu Kembali Lagi!

Ngomong-ngomong tentang hidup gw, yang pasti emang gw sekarang sedang ngejalanin fase baru dalam hidup gw. Menjadi seorang pengangguran lagi ternyata ngasih gw banyak makna yang harus bisa dirasa sebagai pendewasaan diri. Gw sekali lagi gak akan yang namanya melawan sebuah kata yang sangat sakral adanya, waktu.

Kata itu emang ngebuat gw semakin menyadari betapa lemahnya gw untuk melawan waktu. Mau badan gw segede apa juga yang pasti gw pasti gak akan bisa yang namanya melawan waktu.

Beberapa hari belakangan emang hari gw dihiasi dengan pencarian kerja. Mulai dari bangun pagi, membuka laptop, mencari kesempatan dan lowongan, mendaftar email-email yang bisa gw kirim lamaran, dan mengoptimalkan pencarian gw dengan seluruh tenaga dan jiwa raga yang gw punya, sedaaaaaaaap, hehehehehe. UPS! Pesan sponsor tuh kayanya.

Yang mungkin gw lakukan setiap hari sekarang adalah itu, mencari dan menciptakan peluang. Karena kesempatan itu harus selalu gw ciptakan. Kemaren gw sempet ditelepon sama dua orang yang pernah menjadi klien kantor gw dulu. Entah kenapa kok gw diberikan semangat oleh kedua bapak itu untuk dapat mencari kesempatan lebih jauh lagi. Mulai dari dimintanya CV gw yang mau diteruskan oleh salah satu dari bapak itu, sampai gw ditelepon dan diberikan semangat oleh mereka.

Entah kenapa ketika gw sedang dalam keadaan seperti ini, justru orang-orang di sekeliling gw menjadi semakin mendekat. Semua seperti merapatkan barisan untuk memberikan semangat ke gw. Entah gwnya yang geer apa gak, tapi emang gw ngerasa gitu. Semua seperti memberikan semangat ke gw.

Apakah di sini semakin jelas kenapa gw harusnya tidak pergi meninggalkan mereka? Gw di sini ngerasa banget bukan sebenarnya mereka yang pergi ketika gw masih "terbutakan" kemaren, tapi justru gwnyalah yang pergi sejauh-jauhnya dan membuat benteng sendiri atas "kebenaran" yang gw bikin sendiri.

Masalahnya benteng yang gw buat itu sangat tinggi adanya. Melebihi gedung-gedung pencakar langit. Dan, membentang membuat gw semakin tinggi dengan kebenaran yang gw anggap adalah TUHAN. Sebenarnya gw gak seharusnya begitu, karena sampai kapan pun orang-orang di sekitar gwlah yang membuat gw besar. Kalau gw mau diri gw menjadi besar, maka besarkanlah orang-orang di sekitar gw dulu. Baru lambat laun gw akan menjadi besar dengan sendirinya.

Kenapa gw tega ya ninggalin mereka semua kemaren? Kenapa gw begitu sablengnya ngerasa diri gw yang paling benar tanpa adanya keinginan untuk mendengar dan mencerna? Gw sangat ngerasa semakin kecil setiap hari dalam hidup gw sekarang. Dengan berusaha terus memperbaiki simpul-simpul yang kusut, silaturahmi yang terputus, ketertinggalan yang semakin menjauh dan semua hal yang menurut gw jadi hilang karena diri gw sendiri lakukan.

Gw akan mengumpulkan dan merapikan semua yang berserakan karena ulah gw kemaren. Dengan meniti dan menata semua perasaan gw yakin gw akan bisa merapikannya walau gak semuanya. Semuanya? Siapa tau bisa. Jangan pernah pesimis pokoknya kalau gw belom ngejalaninnya. Dan, jangan buat kesimpulan sendiri kalau gw belum atau masih takut ngejalaninnya. Takut? Itu bukan gw! Gw gak akan takut menghadapi semua realitas hidup di depan gw. Karena gw hidup untuk menghadapinya. Di situ ada masalah, di situ gw harus bisa menyelesaikannya.

Semua kejadian emang pasti membawa makna yang banyak. Gak hanya yang ngebikin gw ngerasa semakin dewasa, tapi juga semua yang ngebuat gw harus bisa mengoreksi diri. Semua kehilangan gw ini adalah sebuah proses penataan sebuah kejadian dalam hidup gw. Entah sesakit apa, semanis apa, tapi gw tau kalau proses ini Tuhan ciptakan untuk gw.

Sekarang menunduk emang jadi agenda tersendiri buat gw. Merunduk dan nunduk untuk tiba saatnya bangkit lagi di hari esok. Jangan pernah bertanya kenapa gw seoptimis ini, atau gw sepesimis ini karena hanya gw yang tau rasanya seperti apa. Tuhan memberikan gw napas untuk gw bisa menyelesaikan semua problema ini dengan cara yang gw pikirkan. Walau hanya dengan kedipan mata, tapi gw yakin bahwa semua masalah itu ada jalan keluarnya. Walaupun jalan keluarnya dengan masalah baru lagi.

Emang dah yang namanya hidup itu gak lepas dari masalah. Yang penting gimana gw untuk terus bijak ngadepinnya. Kalau gw terus ngerasa gak perlu masalah atau lari dari masalah, mendingan akika METONG aja. Jadinya gak bakal ada kan beban hidup yang harus dijalani kan?

Ngomong-ngomong, besok ngapain ya? Besok agenda gw adalah MENCARI KERJA lagi! Hahahahha. Gw jadi rindu fase gw ini. Di saat semua agenda gw jadi banci interview, mengirim lamaran, bahkan sampe nyusruk-nyusruknya gw dengan pasangan gw waktu setahun kemaren, gw akan mengulangnya kayanya. Soalnya ketika fase blog gw mencari kerja banyak yang bilang bagus. Cuma bedanya gw sekarang jomblo, jadinya cerita sekitar percintaan gak gw masupin deh kayaknya, hehehehhe.

Intinya mah doain gw ya. Pokoknya kepada seluruh pembaca setia blog gw yang gak bagus ini, gw mohon doa restu untuk dapat bertahan dalam fase yang dibilang enak ya memang enak, dibilang asik ya memang asik (kaya lirik salah satu lagu house music yang kerap diputar di angkot menjelang dini hari, hehehe). Pokoknya kalau gw keterima kerja lagi, gw janji akan terus memperkaya "rumah" gw yang buluk ini dengan pemikiran-pemikiran gak penting, tapi sayang untuk dilewatkan. Huehuehuehuehue.

Ikhwan Aryandi setahun yang lalu seperti kembali lagi. Jangan pernah berhenti untuk sayang ama gw ya! Gw akan terima dengan bentuk APA PUN!

Gw rindu masa itu.
Masa pencarian pekerjaan dan lika-liku dengan pasangan saat itu.
Di saat orang menganggap gw saat itu adalah gw yang sebenarnya.
Dan sekarang gw ada dan kembali di masa indah itu.
Masa gw mencari.
Walau tanpa pasangan.

0 comments:

Post a Comment