Setahun yang Lalu

 Sore hari yang sebenernya istri gw minta ijin sesuatu ke gw untuk urut, tapi momen itulah yang bikin semua menjadi titik baru untuk menjadi sesuatu dalam kehidupan pernikahan gw.

Jadi sore hari bini gw minta ijin untuk urut, karena emang udah due date dan tanggalnya udah deket. Gw lagi di rumah uni gw karena ada suatu pekerjaan. Bini gw tiba-tiba nelpon dong, dan dia baru ngabarin.

"Aku pecah ketuban."

Sontak gw langsung berangkat pulang menuju rumah bapak mertua karena emang bini gw lagi di sana. Suasana hati kalut dan bercampur aduk dengan semua yang terjadi.

Gw dan bini gw akhirnya pergi ke bidan deket rumah mertua, dan masuk ke fase persalinan. Ternyata bini gw termasuk yang rahim keras da tambeng. Katanya sih kakak perempuannya juga. Turunan mungkin kali yaaa.

Sepanjang fase persalinan bini gw dipantau per tiga jam sekali. Karena emang pembukaan itu ternyata lama. Dan, diselingin kontraksi yang makin ada makin nyata.

Tengah malam lewat, si cabang bayi belum menunjukkan tanda-tanda. Sedangkan, kontraksi bini gw ngebikin perasaan nyer-nyeran itu sering banget dateng. Boro-boro bisa tidur, gw pun harus nemenin bini gw di saat dini hari itu.

Hari subuh datang, jam 5 subuh masuk lah ke kamar bersalin, dan singkat cerita jam 7 pagi lahirlah anak pertama gw dan istri.

Hari ini, setahun yang lalu.

Masa indah, masa menegangkan, dan paling membahagiakan.

Comments

Popular posts from this blog

Tiga Ayam Bertelor

Gak Rewel Sama Sekali!

Berafiliasi dengan Diri Sendiri