Posts

www.ikhwanaryandi.com

Perjuangan Belum Berakhir

Image
Tangan kanan pedang, tangan kiri beceng, kaki kanan pedal gas, kaki kiri kopling. Sisi kanan pak bos, sisi kiri pak bos juga. Sekeliling para prajurit yang sedang menyiapkan peralatan tempur. Pukul hampir setengah 12 malem waktu Senayan.

Gak kerasa pertarungan semakin dekat. Pertempuran sudah di depan mata. Karena perjalanan jauh di depan semakin terasa genderangnya.
Yang satu nge-layout, yang satu bikin print ad, yang satu bikin stand dan booth, yang satu bikin stilomatic, gw record suara yang najis pas gw dengerinnya, sama bantuin pak bos bikin deck. Maklum lah namanya juga budak kreatif.
Suasana kantor dah sepi, tapi keren juga ini satu grup masih siap tempur. Walaupun hancur di muka dan hancur di hati mengetahui kebertaruhan semua yang ada, tapi tetap semangat menjalani apa yang gw bisa lakukan.

Pitching kali ini emang ngasih banyak pembelajaran. Termasuk ulah anak-anak yang gokil namun tetap solid. Ibarat berjuang apa yang perlu diperjuangin. Termasuk di saat titik terendah sekal…

Setengah Matang

Image
Baru aja kepikiran tentang sebuah hal dan janji, makanya gw coba nulis.

Pas lagi berbuka puasa di Coffee Bean PS tadi, ada aja dah yang diomongin sama pak bos-pak bos yang lama-lama jadi posesip ini. Selain ngomongin kapan kita kayanya, gw bertiga langsung aja ngomongin apa yang harus dilakukan di saat terjebak dalam ketidakenakan.

Maklum di antara kita bertiga gak ada yang pernah jadi AE. Alhasil gigit jari aja nih udah mau lebaran gini, durian belum aja runtuh sampe sekarang. Manyun aja deh jadinya, hehehehe.

Sebagai pihak ketiga, harusnya terjadi deal yang tepat untuk mendapati duren runtuh tadi. Maklum lah duren kan baunya amit-amit cabang olahraga. Tapi, gw akuin setelah berapa lama kalau duren itu maknyus rasanya.

Karena semua berawal dari kegakenakan di antara kita untuk metik duren itu. Sementara argo berjalan terus. Udah sampe Argo Lawu malah ngebutnya. Maklum dikejar target.

Kenapa harus atau bisa gak enak? Karena semua base on relationship. Gw juga gak ngerti kenapa harap-…

Doa Beliau

Image
Harapan akan selalu ada di tiap benak manusia. Contohnya gw. Gak pernah tuh gw pernah berhenti berharap dalam apapun yang gw lakukan di dunia ini.

Sepertinya halnya harapan yang didambakan oleh orangtua yang selalu jadi prioritas buat gw. Ingin rasanya membalas hutang budi yang dimiliki, tanpa ada keinginan untuk pamrih.

Seperti halnya keinginan untuk selalu membahagiakan mereka, segala daya dan upaya gw lakukan demi sebuah penantian besar. Entah penantian apa itu.

Ngomong-ngomong entah, kenapa gw selalu berjuang di atas keentahan itu. Banyak orang hanya berjuang demi apa yang sedang mereka dapati di waktu kini. Namun, mereka melupakan target atau tujuan, atau bahkan mengkhianatinya.

Salam dan doa pun gw dapati begitu ikhlas dari orang yang tentu gak semudah itu. Dari orang yang menjadi orangtua "lain" buat gw. Di antara dampratan atau bahkan amarah yang gw hempaskan, namun keikhlasan lah yang ngebangun semua jadi sesuatu yang indah.

Mulai dari doa tulus, atau bahkan kehamp…

Tough Woman

Image
Di antara semua ketangguhan yang ada. Gw tau kalau di balik hatinya, dia adalah manusia yang tangguh. Membawa semua yang dia miliki, untuk kebaikan semua orang dan keluarganya.

Selain memberikan semua yang dia punya dalam hidupnya, dia selalu memberikan kebaikan untuk kemaslahatan orang-orang yang dia sayang, serta memberikan kesempurnaan hidup sampai akhir hayat.

Menyayanginya pun butuh banyak pengorbanan. Gw udah lama memendam kesedihan mendalam di saat menyayangi tanpa adanya keharmonisan dalam menitikkan air matanya.

Meski di dalam kemundurannya sekarang, dia tau kalau banyak orang di sekelilingnya yang menyayangi dia. Berani berjuang deminya, dan mau berkorban untuk kebahagiaannya.

Di antara napasnya yang tergopoh-gopoh. Langkahnya yang udah gak karuan. Tak henti-henti dia tersenyum untuk dirinya dan orang lain.

Dia pun tau kalau dia gak tau apa yang ia ucap, gak tau yang bisa dia rasakan. Atau bahkan untuk berjuang demi dirinya sendiri pun tak bisa.

Mengutip omongan seorang sah…

Bolehkah Aku Membeli Waktumu?

Image
Tanpa sadar waktu sudah menunjukkan sore hari. Dan, dia hanya terdiam di atas meja pesakitannya yang rame dan penuh kertas-kertas dan coretan-coretan.

Di seberang keyboard deket komputer seperti ada coretan mengenai daftar mimpi yang sedang dia list. Salah satunya, standar lah, jadi orang kaya, menikah, punya pasangan setia, bahagiain orangtua, dan beberapa daftar mimpi yang seakan menumpuk.

Teringat cerita tentang seorang anak kecil yang ingin membeli waktu ayahnya yang sibuk banget. Saking sibuknya terlupakan bahwa kebahagiaan itu gak dateng dengan sendirinya. Atau bisa dengan mudah dibeli di tempat umum.

Terkadang suka psycho sih kalau ngerasa kalau waktu banyak kebuang percuma dalam sebuah perjalanan kehidupan. Itu misalnya gak punya mimpi. Kalau punya segudang mimpi yang dia sendiri mendaftarkannya, jadinya beda. Karena setelah mimpi satu tercapai, tentu mimpi yang lain pun dengan sendiri on progress.

Seandainya waktu bisa diputar semuanya, tentu dia sangat amat mengingkan untuk…