Posts

Kedewasaan Berbasis Keyakinan

Apakah kedewasaan seseorang bisa diukur dari umur? Hmmmm.... Gw rasa gak. Kedewasaan adalah sesuatu yang selalu di- improve setiap saat. Kedewasaan pun bukan ke sesuatu yang dicapai. Dan, kedewasaan itu juga bukan sebuah label. Inti dari sebuah proses pemikiran yang membentuk sikap dan perilaku itulah yang membentuk kedewasaan seseorang. Let's say, minjem duit gak pernah dibalikin. Atau berusaha menggulingkan seseorang dengan cara apapun. Ya, gw gak mau kalau kedewasaan seseorang dapat dikur dari hal itu. Tapi, yang jadi pertanyaan adalah gimana caranya membuktikan kedewasaan justru ke diri sendiri? Bingung kan? Hahahahaha, gw aja bingung. Kadang gw sendiri suka ngerasa kalau kedewasaan itu adalah penilaian orang ke gw. Tapi, gw sendiri kadang suka luput gimana caranya melihat ke dalam diri apakah gw sudah dewasa apa belom. Pemikiran berbuah perilaku. Hal ini sih yang paling mudah mendeskripsikan apa itu kedewasaan. Keyakinan akan langkah yang selalu gw ambil, menurut gw, adalah to...

Kejujuran Mengalahkannya

Badan kalau lagi sakit, pasti parno ini itu ada aja yang terasa. Apalagi flu yang berkepanjangan ini ngebuat gw semakin ngerasa butuh istirahat. Mudah-mudahan flu ini bisa cepat pergi dari badan gw, heheehe. Udah ah ngomongin flunya, sekarang gw pengen ngomongin yang dinamakan kekalahan. Mungkin ini yang dinamakan kekalahan. Berawal dari haus akan sebuah kekuasaan dan keinginan untuk menjatuhkan orang, seseorang mampu mempertahankan yang dinamakan kemunafikan. Sebut saja orang ini adalah Tuan X. Gw ngerasa sih sejak awal ketika semua yang dilakukan orang ini tak akan bisa bertahan sesuai dengan yang dia inginkan. Apalagi dia selama ini kebusukan-kebusukan yang selalu dia hadirkan gak punya keberhasilan apa-apa. Gw sih yakin kalau sesuatu yang diawali dengan tindak-tanduk yang negatif, pasti akan berujung sebuah kekalahan. Kekalahan itu bukan masalah tarik ulur, tapi lebih kepada esensi yang membuktikan sebuah pernyataan hitam atau putih. Dan, sekarang si Tuan X ini pun menyatakan kekal...

Hari Terakhir

Sedih juga ya kalau di dalam hidup iti ngerasain yang namanya perpisahan? Hari terakhir pun kadang jadi momok tersendiri dalam menyikapi setiap proses yang ada. Yaa, mungkin hal ini biasa terjadi. Setiap orang datang dan pergi dalam kehidupan gw. Banyak juga yang berkesan, tapi banyak juga ya mudah terhapus seperti debu ketiup angin. Namun, segala hal indah yang gw pernah lalui dengan setiap orang akan gw jadikan kenangan yang tak bisa gw lupakan. Ya, seorang sahabat pergi malam ini. Bukan pergi untuk selamanya sih, tapi entah kenapa gw ngerasa sangat kehilangan dia saat dia memutuskan pindah tempat bekerja. Saat ngerasain tindak-tanduk bersama dia, gw selalu bisa belajar akan sebuah ketegasan. Banyak hal yang harus bisa gw terima dengan kepergian sahabat ini. Dimulai dengan gw gak akan melihat sosoknya di kantor, sampe dengan merindukan celaan-celaan atau bahkan pujian dari sahabat ini. Kepergian dia emang mendadak banget. Gw juga gak nyangka hanya bisa belajar dan bekerja bersama sah...

Selamat Datang Harapan Baru

Harapan akan selalu ada. Itulah yang gw percaya di dalam setiap gerak-gerik gw. Gak kerasa emang kalau tenggelam dalam rutinitas dan waktu pun seakan jadi sosok yang paling jujur. Ngebawa gw ke dalam proses yang gw rasa gak akan berhenti. Banyak emang yang masih gw ingin kejar. Terlalu naif kalau gw cepat ngerasa puas. Dan, yang gw yakini adalah harapan yang akan selalu datang di depan. Pertanyaan demi pertanyaan seakan terus muncul di dalam hati kecil gw. Sejuta usaha gw lakukan demi pencarian akan jawaban akan terus membawa gw ke dalam sekelumit pergerakan di dalam hidup. Entah kenapa sangat disayangkan kalau hidup gw hanya berbenturan dengan harapan penuh kebahagiaan semata. Perjalanan yang sebenarnya masih terbentang dan terhampar di depan. Terlalu banyak kenangan yang tak bisa gw lupakan. 2010 aku tinggalkan. Tahun baru akan membawa banyak semangat baru esok akan gw jelang. Dengan sejuta semangat yang ada, gw siap membawa diri gw bergerak dan melangkah lebih jauh lagi...

Hadapilah Masalah!

Pernah denger "kesuksesan adalah ketika kalah dalam sebuah masalah, bukan keluar atau lari dari masalah." Gejolak seperti ini umum dihadapi manusia. Karena emang manusia pun gak lepas dari masalah-masalah hidup. Apalagi dalam mengambil keputusan, manusia pada umumnya akan mengalami gejolak yang membingungkan. Gw sangat suka dengan pepatah ini. Dalam menghadapi sebuah masalah, gw yakini kalau gw pun terkadang ingin lari dari masalah itu. Kadang menoleh ke sebuah masalah itu pun males amat gwnya. Tapi, ketika ngebaca pepatah ini lagi, gw ngerasa kalau masalah itu emang harus dihadapi. Ya, setiap manusia pasti punya masalah. Entah besar atau kecil, tapi gw yakin kalau setiap individu pasti punya. Gw ngerasa kalau lari atau mencoba kabur malah membuktikan kalau gw adalah seorang pengecut. Tapi, terkadang masalah pun ngebuat gw sendiri gak pede. "Bener gak sih keadaan gw sekarang?" Belom apa-apa gw udah menuhankan keadaan kan? Yang seharusnya gw gak begitu, malah keadaan...

OKE!

"Woi, bantuin gw bikinin makalah dong!" "OKE!" "Wan, beliin susu ke Alfa Mart dong!" "OKE!" "Eh, bisa bantu gw rapihin skripnya gak?" "OKE!" Sekilas emang membingungkan ketika melihat percakapan di atas. Sebenernya gw tertohok banget sama omongan uncle gw yang mengatakan percakapan di atas. Simpel banget sih emang. Cuma bilang kata OKE. Tapi, kenapa dalam kenyataannya susah banget ya ngeluarin kata itu? Kadang kata itu malah keluar ketika waktu yang gak seharusnya keluar. Gw sih nganggep omongan om gw itu benar adanya. Karena emang di saat orang membutuhkan pertolongan, sudah seharusnya lah gw menyanggupinya. Minimal bilang oke aja dulu. Karena kalau gw udah menolak dari awal, maka jadinya akan timbul persepsi yang berbeda dari orang yang meminta tolong. Belom lagi kalau gw dipandang lain sama orang yang meminta tolong. Yang terlintas di pikiran gw adalah ketika gw bilang "OKE!" kepada orang, di situ akan terjadi dis...

Disorientasi

Penuh akan aktivitas gak berarti hilang orientasi arah bukan? Yaa, setidaknya memilah satu demi satu yang harus dijadikan prioritas akan menjadi sebuah perencanaan yang amat baik. Karena terkadang gw suka ngerasa hilang orientasi akibat "kepenuhan" akan sesuatu. Gw sih gak sok bisa atau gimana, tapi gw harus ngerasa juga apa yang disebut itu dengan rintangan. Rintangan itu pun kadang datang bertubi-tubi. Kemenangan emang jadi agenda semua orang. Apalagi perjalanan yang akan dan terus gw lewatin ini ujungnya cuma satu, yaitu kemenangan. Kemenangannya apa? Hidup bahagia dong, hehehe. Apalagi coba yang gw cari di dalam hidup ini kalau bukan kebahagiaan? Beberapa akhir ini emang rintangan begitu banyak menghadang. Setiap langkah pasti gak akan pernah lepas dari yang namanya cobaan. Sekarang, kemarin, dan tentu hari esok akan menjadi agenda yang selalu datang ke dalam hidup gw. Yang bisa dilakukan hanya bersyukur akan keadaan yang dinikmati sekarang. Jangan terbawa dengan keadaan,...